Media pun Tebang Pilih


mediaes

Saya menilai proses tebang pilih dalam menyoroti dan menyelesaikan kasus di negeri ini bukan hanya dilakukan oleh KPK, namun juga media. Bahkan media ini lebih ganas, kerap mempersepsikan sendiri kesimplulan tanpa ada konfirmasi yang jelas dari subjek yang diberitakan. Kita ambil contoh saja dari berita yang melibatkan PKS, waaaah ini berita yang semulanya mengenai proses penyuapan impor daging berubah menjadi drama percintaan dan penyitaan. Media lebih menonjolkan drama perempuan dan drama penyitaan, publik diarahkan untuk menyepakati satu kesimpulan bersama  bahwa PKS partai yang dekat dengan perempuan dan partai yang arogan. Sekalipun oknum (AF)  yang dekat dengan para perempuan ini telah mengatakan dia bukan kader PKS, tapi media tetap saja mengkait-kaitkan ini memaksakan hubungan antara oknum (AF)  ini dengan PKS. Begitu juga proses penyitaan beberapa kendaraan di DPP PKS, media terus menggiring opini publik PKS melawan, tidak taat hukum dan lain-lain lah. Dalam hal ini media menjadi pendengar baik bagi KPK, tapi tidak mendengar PKS. Setiap jam bahkan setiap menit berita ini terus diumbar plus perempuan-perempuan itu, seperti itulah media menyoroti kasus PKS, miris.

Coba kita lihat sisi lain, dimana Andi Malarangeng tersangka Hambalang? Dimana Ibas Yudhoyono? Media seolah lupa dengan kasus mereka. Bahkan lebih miris lagi jumat pagi ada stasius TV swasta yang mengemas acara “pagi bersama Anas Urbaningrum”, tersangka kasus korupsi Hambalang yang dikemas begitu enak, santai penuh canda. Pertanyaannya kenapa seperti itu? Anas juga kan tersangka korupsi bahkan jumlahnya lebih besar dan tentunya dia tak patut dispesialkan. Sekali lagi media sangat timpang dan tebang pilih dalam menyoroti kasus, media telah salah menggiring opini publik. Masyarakat dibuat bingung oleh media, hingga akhirnya masyarakat menghakimi sendiri; orang ini salah, orang ini benar, orang ini hebat, orang ini dizalimi.

Belum lagi menjelang pemilu 2014, media mulai lebih berperan sebagai alat kampanye bagi pemiliknya yang berkecimpung di partai politik. Sebut saja TV one bersama aburizal Bakrie (Golkar) , MNC Group bersama Harry Tanoe(Hanura/Perindo) atau Metro TV bersama Surya Paloh (Nasdem). Bakrie dengan ambisinya menjadi Presiden setiap hari muncul di TV one mencuri start kampanye, ditokohkan, diagungkan seolah-olah hebat, pahlawan. Begitu juga Surya Paloh dan Harry Tanoe dengan kritik-kritik tajam terhadap kelemahan pemerintah, mencari simpati publik. Tidak bisa disalahkan memang, namun media punya fungsi dan peran yang jelas serta kode etiknya. Tidak bisa seenaknya menggunduli satu kasus/partai/pribadi sedangkan satu sisi mengumbar kebaikan atau janji  tak pasti yang hanya meng-imingi-imingi masyarakat.

Saya membuat tulisan ini bukan karena saya seorang kader PKS, namun itulah realita lapangan yang ada. Masyarakat awam pun tahu itu, pemberitaan media tidaklah berimbang dan tebang pilh. Media tak hanya mencari keuntungan finansial, tapi juga mencari keuntungan politik. Itulah ironi negeri kita……

Advertisements

Menimbang Peluang Sang Penantang


Sumsel-baru-Iskandar-Hafisz

6 Juni 2013 Sumatera Selatan kembali akan menghelat pesta demokrasi lima tahunan, pilkada Gubernur. Berdasarkan pengundian nomor urut yang dilakukan KPU Sumsel, yakni Eddy Santana Putra-Wiwit Tatung (ESP-WIN) (nomor urut 1) diusung PDI Perjuangan, Iskandar Hasan-Hafisz Thohir (nomor urut 2) didukung PKS dan PAN. Herman Deru-Maphilinda Syahrial Oesman (Derma) nomor urut 3 didukung koalisi sekitar 20 partai, di antaranya PPP dan Hanura, Alex Noerdin-Ishak Mekki (nomor urut 4) didukung Partai Golkar dan Partai Demokrat. Pertarungan  yang tinggal menyisakan satu bulan lagi ini akan sangat sengit mengingat masing-masing calon mempunyai track record yang cukup baik, terlebih sebagian besar calon masih aktif menjabat sebagai kepala daerah, selain Iskandar Hasan. Eddy santana merupakan walikota Palembang, Herman Deru Bupati OKU Timur, Alex Noerdin masih sebagai Gubernur petahana, bahkan Ishak Mekki (wakil alex) juga masih sebagai Bupati OKI dan Iskandar Hasan mantan Kapolda Sumsel. Ini artinya sangat besar kemungkinan para calon ini “memainkan” pengaruhnya di struktural masing-masing.

Nah, dari ke-empat calon diatas Iskandar Hasan-Hafisz Thohir merupakan calon alternatif yang muncul secara mengejutkan. Bagaimana tidak, sebelumnya tidak ada baliho atau pun spanduk untuk pencalonan Iskandar Hasan. Selain itu, Hafisz Thohir juga  selama ini digadang-gadang akan mendampingi seorang Alex Noerdin, entah lobi politik apa yang terjadi sehingga ia ditolak. Saya menamakan pasangan ini sang penantang karena berani melawan tiga calon lainnya yang yang sudah menjadi “artis” Sumsel. Oleh karenanya, saya ingin sedikit menimbang peluang sang penantang ini apakah bisa memberi perlawanan atau hanya sebagai pengembira saja.

Basis Dukungan

Iskandar Hasan dilahirkan di Muara Kati, Musi rawas, Lubuk Linggau (wang Musi). Masa kecil beliau dinikmati disana, dan keluarga beliau pun masih banyak yang menetap disana. Artinya secara emosional dan nilai kesuku-an (pemilih tradisional) wang Musi akan menjatuhkan pilihan ke Iskandar-hafisz. Terlebih dengan gagalnya Ridwan Mukti (Bupati Musi Rawas) maju sebagai Cagub, maka besar kemungkinan suara Ridwan Mukti akan beralih ke Iskandar-Hafisz. Meskipun jumlah pemilih wang Musi tidaklah sebanyak kota Palembang, namun jika suara ini bulat untuk Iskandar-Hafisz maka cukup untuk membuat pilkada dua putaran mengingat suara Palembang tidak akan didominasi satu calon. Disisi lain, Hafisz Tohir juga mempunyai basis dukungan di OKI dimana kakak kandung beliau (Iskandar,S.E) pernah bertarung juga di Pilkada OKI.

Anak Muda

Hafisz Tohir merupakan simbol anak muda dalam pilkada kali ini. Beliau memiliki semangat dan ide-ide cemerlang khasnya anak muda. Sayap Partai PAN yang didominasi anak muda mampu dia gerakkan untuk mendukungnya dan ini  patut diacungi jempol. Konsolidasi yang lugas, style, dan passion dia punya itu. Selain itu, pasangan ini juga didukung PKS yang sangat identik dengan partainya anak muda yang mempunyai loyalitas dan kegigihan luar biasa. Artinya, pasangan ini mampu dibawa berlari oleh anak muda untuk mengejar pasangan lain bahkan mampu untuk menyalip di tikungan. Menurut saya, pilkada bukan hanya perkara pengalaman tapi perkara keyakinan/optimisme dan semangat, itu ada pada anak muda.

Kurang Populer

Dibandingkan dengan (3) tiga calon lain, Iskandar-Hafisz memang kalah populer. Saya belum mengetahui survey terbaru, namun survey bulan Maret yang dilakukan Puskaptis menyatakan popularitas Iskandar-Hasan masih di bawah 65%. Tentunya ini menjadi tugas bersama tim pemenangan Iskandar-hafisz (tim keluargaa dan Partai pendukung, PAN, PKS,PBR)  untuk mensosialisasikan secara besar-besaran pasangan ini ke masyarakat Sumsel.

Dari analisa singkat diatas, prediksi saya Pasangan Iskandar-Hafisz memiliki peluang yang cukup besar untuk memenangkan Pilkada Juni 2013 nanti. Terlebih jika pilkada berlangsung dua putaran dan pasangan ini masuk sebagai kandidat, maka peluang untuk memenangkan Pilkada akan semakin besar.

#No_Apatisme

Manajemen Sumber Daya Manusia


MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Secara umum fungsi dasar manajemen yaitu ; perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengendalian (actuating) dan pengawasan (controlling). Dalam bahasan ini saya akan lebih memfokuskan pada fungsi manajemen sumber daya manusia manusia (MSDM).

Manajemen sumber daya manusia yaitu kebijakan dan praktik yang menentukan aspek manusia atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen, termasuk merekrut, menyaring, melatih, memberi penghargaan dan penilaian.

Analisis jabatan

Analisis jabatan merupakan prosedur yang biasa kita lalui untuk menentukan tanggung jawab dan karakteristik orang-orang yang akan mengisi suatu posisi jabatan tertentu. Analisis jabatan digunakan untuk membuat deskripsi jabatan dan spesifikasi jabatan.

Deskripsi jabatan merupakan daftar jabatan, tanggung jawab, hubungan pelaporan, kondisi jabatan, dan tanggung jawab penyelia. Sedangkan, spesifikasi jabatan adalah daftar pesyaratan untuk jabatan. Meliputi pendidikan, keterampilan, kepribadian dan seterusnya.

Secara umum manfaat dari informasi analisis jabatan yaitu ;

Langkah-langkah dalam analisis jabatan ;

1.      Tentukan bagaimana informasi digunakan, hal ini akan mempengaruhi bagaimana informasi dikumpulkan. Misalnya dengan wawancara, kuesioner atau lainnya.

2.      Tinjaulah informasi dasar yang relevan, seperti bagan organisasi, bagan proses dan deskripsi jabatan

3.      Memilih posisi yang dapat mewakili keseluruhan karena mungkin terlalu banyak jabatan serupa yang akan dianalisis.

4.      Menganalisis jabatan, dengan mengumpulkan data aktivitas jabatan, perilaku karyawan, kondisi jabatan, serta sifat dan kemampuan karyawan dalam jabatan itu.

5.      Melakukan verifikasi informasi jabatan kepada pekerja dengan penyelia dengan tujuan untuk menginformasikan bahwa informasi tersebut benar.

6.      Membuat deskripsi jabatan dan spesifikasi jabatan yang mana keduanya merupakan hasil dari analisis jabatan.

Ø  Metode mengumpulkan analisis jabatan

Ada beragam cara untuk mengumpulakn informasi analisis jabatan mengenai kewajiban, tanggung jawab, dan aktivitas jabatan. Namun, hanya beberapa tehnik saja yang populer digunakan ;

§  Wawancara, biasanya para manajer menggunakan tiga jenis wawancara untuk mengumpulkan data analisis jabatan,-wawancara kelompok dengan kelompok karyawan yang memiliki jabatan yang sama, wawancara individual dengan setiap karyawan, dan wawancara penyelia yang satu dengan penyelia lain yang mengetahui jabatan itu. Namun, jenis apapun yang digunakan harus dipastikan bahwa yang diwawancarai mengetahui alasan dari wawancara itu. Wawancara merupakan metode yang paling banyak digunakan karena relatif sedehana dan cepat.

§  Kuesioner, dengan membuat daftar yang berisi tentang kewajiban, tanggung jawab, pendidikan dan lain sebagainya. Kemudian karyawan diminta mengisi dengan jujur sesuai dengan pertanyaan yang ada di kertas kuesioner. Kuesioner merupakan metode yang cepat dan murah. Namun,  mengembangkan dan menguji hasil kuesioner dapat memakan waktu yang lama dan mahal.

§  Observasi, observasi(pengamatan) langsung sangat berguna, terutama jabatan yang terdiri dari aktivitas fisik. Biasanya, para manajer sering menggunakan observasi langsung dan wawancara juga. Disini, kita membuat catatan tentang semua aktivitas jabatan. Kemudian mengakumulasikan sebanyak mungkin informasi yang didapat.

 

 

 

 

Ø  Menuliskan deskripsi jabatan

Dalam penulisan deskripsi jabatan tidak ada format yang standar, namun sebagian besar deskripsi jabatan berisi bagian-bagian yang mencakup ;

Identifikasi jabatan

Berisi tentang  jabatan, seperti penyelia operasional atau manajer pemasaran. Tanggal, yaitu tanggal deskripai jabatan ditulis, informasi gaji, level jabatan, departemen dan jabatan penyelia langsung.

Ringkasan jabatan

Menjelaskan sifat umum jabatan itu dan hanya menyertakan fungsi atau aktivitas utamanya

Tanggung jawab dan kewajiban

Menyajikan tanggung jawab dan kewajiban utama dari jabatan itu. Bagian ini juga harus mendefinisikan batas dari otoritas pembuatan keputusan milik orang tersebut.

Standar jabatan dan kondisi jabatan

Menyebutkan standar yang diharapakan dapat dicapai oleh karyawan  dibawah setiap kewajiban dan tanggung jawab utamanya. Juga menyebutkan  kondisi jabatan, misalnya bising, berbahaya atau panas.

Ø  Menuliskan spesifikasi jabatan

Spesifikasi jabatan menjawab pertanyaan “ciri dan pengalaman apa yang dibutuhkan seorang karyawan untuk melakukan jabatan dengan baik?”.

  • Spesifikasi untuk personil terlatih versus tidak terlatih

Untuk karyawan terlatih spesifikasi jabatan lebih terbuka dan sebaliknya untuk karyawan tidak terlatih agak sulit. Pada karyawan tidak terlatih harus disebutkan kualitas seperti, kualitas fisik, kepribadian, dan minat.

  • Spesifikasi berdasar penilaian

Ada beberapa cara untuk menduga dengan baik, bisa dengan akal sehat atau dengan  berbasis web.

  • Spesifikasi berdasarkan pada analisis statistik

Menentukan secara statistik, hubungan antara,-prediksi atau ciri manusia, seperti tinggi badan. Dan –indikator atau kriteria efektivitas jabatan, seperti rating prestasi.

Prosedur ini ada lima(5) langkah ;

1.      Menganalisis jabatan dan memutuskan cara mengukur prestasi jabatan

2.      Memilih ciri pribadi seperti kecekatan jemari

3.      Menguji kandidat untuk ciri diatas

4.      Mengukur prestasi jabatan berikutnya dari kandidat ini

5.      Secara statistik menganalisis hubungan antara ciri manusia dan prestasi jabatan.

Ustad Rahmat….


ustadrahmadimages

Kita tak pernah bertemu, tapi aku merindumu…

Kita tak pernah bertatap, tapi aku mengharapmu….

Aku mengenalmu hanya dari cerita….

Aku mengenalmu hanya dari membaca….

Aku mengenalmu hanya dari mendengar….

Tapi aku merindu….

 

Ustad Rahmat….

Dalam setiap rintih suaramu..

Seolah ada bulir-bulir embun pagi yang menyejukkan..

Ustad rahmat…

serak suaramu…

Seolah sinar mentari pagi yang menghangatkan..

Seolah ada magnet yang sangat kuat menarik hati-hati yang tulus nan bersih…

Pengandaian yang engkau buat, begitu menyentuh…

Terasa benar…

 

Kembalimu dengan khusnul khatimah..

Meninggalkan cinta di hati perindu..

Jalan hidupmu menjadi teladan…

 

“jika kita menginginkan masyarakat ini sholatnya lima waktu, maka kita sholatnya harus lebih dari lima waktu. Jika kita ingin masyarakat kita puasa bulan ramadhan penuh, maka kita harus lebih dari itu, tambah dengan senin kamis atau lainnya. Kenapa? Karena yang namanya lokomotif itu selalu ada didepan gerbong dan lokomotif itu selalu lebih kuat dari gerbong” (Rahmat Abdullah)

 

Bolehlah saya sedikit bicara tentang pendidikan Indonesia


Pendidkans

Saya seorang sarjana ekonomi manajemen, insyaAllah dibulan pendidikan ini akan diwisuda, amin (just info..hehe). Saya seorang intelektual yang merupakan hasil buah cinta pendidikan Indonesia. Saya bersyukur pastinya karena banyak kawan-kawan di pelosok negeri ini yang tak tersentuh pendidikan, meskipun pendidkan itu hak asasi setiap warga negara. Bolehlah saya sedikit bicara tentang pendidikan Indonesia sebagai bentuk rasa cinta saya, mungkin mengkritik tapi bukan menghujat, mungkin panas tapi tidak membuat jadi gosong.

Ada beberapa hal yang menjadi sorotan tajam khalayak terhadap pendidikan Indonesia saat ini, yaitu terkait RSBI (sudah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi karena memang bertentangan dengan undang-undang), terkait kurikulum pendidikan 2013 dan sistem pelaksanaan Ujian Nasional (UN).

Berkenaan kurikulum 2013, Ketua Dewan Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Wuryadi mencatat sejumlah kelemahan dari isi kurikulum yang rencananya akan mulai diimplementasikan pada tahun ajaran mendatang itu.

Kelemahan pertama, kurikulum 2013 bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional karena penekanan pengembangan kurikulum hanya didasarkan pada orientasi pragmatis. Selain itu, kurikulum 2013 tidak didasarkan pada evaluasi dari pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 sehingga dalam pelaksanaannya bisa membingungkan guru dan pemangku pendidikan.

Kelemahan lainnya, lanjut Wuryadi, pemerintah seolah melihat semua guru dan siswa memiliki kapasitas yang sama dalam kurikulum 2013, padahal secara fasilitas saja sangat berbeda antara sekolah di perkotaan dan di pedesaan. Guru juga tidak pernah dilibatkan langsung dalam proses pengembangan kurikulum 2013.

Wuryadi juga menilai tak adanya keseimbangan antara orientasi proses pembelajaran dan hasil dalam kurikulum 2013. Keseimbangan sulit dicapai karena kebijakan ujian nasional (UN) masih diberlakukan, artinya ada kekeliruan pada kurikulum 2013 ini.

Itu berkaitan dengan kurikulum 2013, belum lagi jika kita melihat antah-berantahnya pelaksanaan ujian nasional (UN) yang baru selesai bulan juni 2013 kemarin. Bahkan saking berantakkannya banyak pengamat mengatakan UN 2013 merupakan sejarah terburuk pendidikan Indonesia. Jika melihat pada praktek lapangan pernyataan itu menurut saya tidaklah berlebihan alias wajar saja. Penundaan UN di sejumlah daerah,kekurangan soal, tertukarnya soal, dan buruknya kualitas kertas jawaban adalah sedikit penyebab kekacauan itu.

Belum lagi dampak psikologis pada siswa dan guru, bahkan di Sumut ada siswa yang jatuh lumpuh karena stress menghadapi UN yang menyeramkan, kebohongan dan kecurangan sudah menjadi rahasia umum. Maka, saya sendiri bertanya apa yang ingin dihasilkan dari UN ?? jawaban pastinya adalah menghasilkan DOSA..

Nah, dari permasalahan kurikulum 2013 dan sistem Ujian Nasional di atas saya berpikir Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD) seolah tidak bekerja samasekali karena tidak ada yang dihasilkan. Toh mengharapkan proses, prosesnya pun kacau-balau. Maka, siapa yang paling bertanggung jawab?? Menurut  saya Mendikbud M Nuh, karena wewenang tertinggi ini ada di kementerian yang beliau pimpin. Dan seharusnya beliau secara jantan mengakui kesalahan ini dan juga secara jantan mengundurkan diri dari jabatan sebagai Mendikbud.

Tapi itu kecil sekali kemungkinannya, M Nuh pernah ditanya soal ini dan beliau menjawab akan mengundurkan diri jika ada keputusan presiden SBY. Ini keliru, mengundurkan diri itu tergantung pribadinya, reshuffle baru keputusan presiden.

Inilah perilaku pejabat Indonesia, prinsip “kau yang memulai, kau yang mengakhiri” sangat dipegang erat.  Tidak ada yang berani dengan jantan mengundurkan diri, apalagi harakiri…

Saya cinta pendidikan Indonesia..

Selamat Hari Pendidikan Nasional…

*dari berbagai sumber

Terima kasih Haters… :)


hatersSebagai orang yang baru alias newbie mengenal dan mencintai Partai Keadilan Sejahtera a.k.a PKS yang katanya partai islam, partai dakwah, partai kader dan juga partai politik, saya sangat sering browsing secara online  tentang nih partai. Anehnya, setiap ada berita tentang PKS di media online nasional, entah itu berita baik terlebih lagi berita buruk maka dapat dipastikan ada komen-komen hujatan,hinaan,sumpah-an dan sejenisnya lah (PKS haters..hhe). Dan asyiknya lagi ada juga komen-komen pembelaan tentang hujatan itu, hingga terjadi “pertempuran” sengit, seru, haru dan terkadang kurang menarik (PKS lovers). Pokokke ngak kalah deh sama perdebatan antara pendukung los Galacticos dan pendukung el Barca.hehe

Nah, saya juga merasa heran lantas bertanya tentang hal ini, kenapa? kalo seandainya karena PKS itu partai Islam, tapi partai Islam kan banyak. Misalnya saja PKB,PPP,PBB, dan PAN tapi berita tentang partai ini ngak seru bener dikomentari. Oleh karenanya, saya mencoba untuk mencari beberapa referensi yang objektif sehingga bisa melakukan analisa atas “fenomena” ini. hehe

maka, analisa sederhana yang dapat saya simpulkan setidaknya ada 3 hal, apa itu? gini analisanya;

pertama; karena PKS memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi partai penguasa di negeri ini. Hal ini dimungkinkan karena PKS setidaknya memiliki persyaratan mendasar untuk mencapai itu. Struktural yang kuat, loyalitas kader sampai tetes terakhir dan dana yang cukup (walaupun dana itu hasil munashoroh..hehe). jadi wajar kalo haters merasa risih..

kedua; karena PKS itu sok islami. katanya partai islam tapi yang non-islam boleh masuk, katanya partai islam tapi kadernya hidup enak (parlente). Untuk poin ini saya bisa menjawab dengan dua hal sederhana ;pertama sok islami itu adalah keharusan daripada sok ngak islami, sudah ngak islami sok-sok’an lagi, kan malu-maluin..hehe. kedua; PKS bukan hanya partai islam tapi  juga partai dakwah yang lebih mengutamakan substansial, artinya strategi dan sarana apa saja boleh asalkan ngak bathil. Makanya sosialisasi PKS itu kreatif abis, misalnya tuker 3 ikat sayur sama 3 bahan plastik, kan ibu-ibu jadi seneng.

ketiga; karena PKS lovers itu up to date dan keren-keren semua (semoga saya juga hehe). Mulai dari yang masih single sampai yang sudah ada cucu  hampir seluruh PKS lovers melek teknologi, acount facebook dan twitter adalah mainan harian mereka, bahkan juga banyak yang memiliki blog pribadi. Kerjaan para lovers ini sering posting status atau nulis-nulis tentang keislaman, tentang politik, tentang pemerintahan dan terlebih tentang pembelaan jika PKS difitnah. Nah, bagi haters ngeliat yang seperti ini langsung kelilipan, buktinya kalo ada berita tentang PKS komen-komen mereka pasti nyelekit..

Setidaknya, ada 3 hal diatas yang dapat saya gambarkan meskipun gambaran itu hanyalah analisa yang sederhana. Sebagai seorang lovers, saya juga merasa sangat senang dengan adanya para haters ini, artinya PKS semakin diperhatikan dan diikuti perkembangannnya. Saya juga mempercayai  peribahasa, “tak kenal maka tak sayang” ,maka timbulnyarasa hate mereka ini menurut saya hanya karena mereka belum mengenal PKS itu secara mendalam. Seandainya mereka mengenal dengan baik, saya yakin mereka juga akan menjadi seorang PKS lovers…

Terima kasih Haters karena kalian membuat kami terkenal…. Ok3sip 🙂

Sebuah kebenaran


Aku bagai api, merah membara….

Aku bagai angin, menderu mengaum…

Aku bagai air,berombak menggulung…

Aku bagai batu,keras tak bergeming…

Aku bagai petir,berkilat menyambar…

Namun , apapun aku….

Aku hanya mencari sebuah kebenaran